Bersyukur dan Bersabar dalam Segala Kondisi

 

Kunci kebahagiaan hidup adalah Sabar dan Syukur. Kita bersabar atas segala penderitaan dan cobaan yang ada. Entah itu kehilangan harta, sakit, kehilangan keluarga, dan sebagainya. Sabar itu adalah saat pukulan pertama. Sabar itu di awal musibah. Bukan setelah marah-marah habis-habisan, baru sabar. Baru reda. Bukan itu.

Syukur itu artinya selalu berterimakasih atas apa yang ada seberapa pun kecilnya itu. Bahkan orang yang bersyukur saat musibah terjadi, selain beriman dia akan jadi orang yang bahagia. Meski berikhtiar dengan sungguh-sungguh dan berdoa, dia selalu tawakkal kepada Allah. Apa pun hasilnya dia terima sebagai taqdir keputusan Allah untuk dirinya. Itulah yang terbaik meski itu pahit bagi dirinya

Iman terbagi menjadi dua, separuh dalam sabar dan separuh dalam syukur. (HR. Al-Baihaqi)

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.

Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar. [Fushilat:34-35]

Allah Swt. berfirman, “..Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun” (Sesungguhnya kami adalah milik Alloh dan kepada-Nya-lah Kami kembali.)” (QS. Al Baqoroh [2] : 155-156)

Dari Anas bin Malik, beliau berkata,

”Nabi SAW pernah melewati seorang wanita yang sedang menangis di sisi kuburan. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Bertakwalah pada Allah dan bersabarlah.” Kemudian wanita itu berkata,”Menjauhlah dariku. Sesungguhnya engkau belum pernah merasakan musibahku dan belum mengetahuinya.” Kemudian ada yang mengatakan pada wanita itu bahwa orang yang berkata tadi adalah Nabi SAW. Kemudian wanita tersebut mendatangi pintu (rumah) Nabi SAW. Kemudian dia tidak mendapati seorang yang menghalangi dia masuk pada rumah Nabi SAW. Kemudian wanita ini berkata,”Aku belum mengenalmu.” Lalu Nabi SAW bersabda, ”Sesungguhnya sabar adalah ketika di awal musibah.” (HR. Bukhari, no. 1283)

“Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri kepada-Mu” [Al A’raaf 126]

Jika kita mendapat kurnia dari Allah, hendaklah kita ucapkan “Alhamdulillah” (segala puji bagi Allah).

Ada empat perkara, barangsiapa memilikinya Allah akan membangun untuknya rumah di surga, dan dia dalam naungan cahaya Allah yang Maha Agung. Apabila pegangan teguhnya “Laailaha illallah”. Jika memperoleh kebaikan dia mengucapkan “Alhamdulillah”, jika berbuat salah (dosa) dia mengucapkan “Astaghfirullah” dan jika ditimpa musibah dia berkata “Inna lillahi wainna ilaihi roji’uun.” (HR. Ad-Dailami)

Jika kita bersyukur/berterimakasih atas nikmat Allah, niscaya Allah akan menambah nikmatNya kepada kita. Jika tidak, maka kita akan disiksa olehNya:

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” [Ibrahim 7]

“Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman ? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui. ” [An Nisaa’ 147]

Sumber :http://media-islam.or.id/2018/04/12/sabar-dan-syukur/

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *