Mensyukuri Nikmat Allah

Dalam ayat 17 surat Al Ankabut Allah SWT. Menegaskan bahwa sesembahan selain Allah itu sudah jelas merupakan hasil ciptaan tangan manusia itu sendiri, tetapi mereka berdusta dengan menganggapnya itullah tuhan yang sebenarnya. Lebih dari itu hasil ciptaan mereka yang berbentuk patung dan berhala itu menurut kepercayaan mereka sanggup memberi manfaat kepada mereka. Kemudian Ibrahim as mencela dan mengecam merteka bahwa patung-patung itu sesdikitpun tidak sanggup memberi rezeki lepada mereka. Sebab rezeki itu adalah wewenang mutlak yang hanya dimiliki oleh Allah saja, dan mensyukurinya jika yang diminta itu telah diperkenankan-Nya. Allah sajalah yang mendatangkan rezeki bagi manusia sesrta memberi nikmat para hamba-Nya. Sesudah Itu kepada-Nyalah manusia akan dikembalikan, dimana manusia dianjurkan untuk mencari keridaan-Nya dengan jalan mende3katkan diri kepada-Nya. Ayat ini ditutup dengan lafal “kepada-Nyalah kamu dikembalikan” artinya bersiap-siaplah kamu menemui Tuhan itu dengan beribadah dan bersyukur. Kepadamu akan dimintai pertanggung jawaban atas segala amal perbuatanmu itu Kita semua tahu bahwa segala kenikmatan yang dirasakan oleh manusia itu anugerah Allah dan Cuma-Cuma. Oleh kaarena itu, kelak akan dipertanyakan di akhirat semua akibat dari kenikmatan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *